Nama : I Gede Wisnu Sanjaya
Nim : 1401020013
Nama Dosen : I Putu Agus Eka
Pratama,S.T,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Perguruan tinggi: Stmik primakara1. Penjelasan 5 layer pada TCP IP Beserta protokol didalamnya
a. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
b. Network Access Layer
Lapis ini merupakan lapis terbawah pada lapis TCP/IP. Fungsi protokol-protokol pada lapis ini adalah:
- Mendefinisikan bagaimana menggunakan jaringan untuk mengirimkan frame, yang merupakan unit data yang dilewatkan melalui media fisik.
- Protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.
Pada lapis ini terdapat protokol-protokol seperti Ethernet, Token Ring, PPP, FDDI, ATM, X.25, dan SLIP.
c. Internet Layer
Lapis ini bertanggung jawab atas routing yang ada pada jaringan. Protokol-protokol pada lapis ini menyediakan sebuah datagram network service. Datagram merupakan paket-paket informasi yang terdiri atas header, data, dan trailer. Header berisi informasi, seperti alamat tujuan yang dibutuhkan oleh jaringan untuk merutekan datagram. Sebuah header juga dapat berisi informasi lainnya seperti alamat asal dari pengirim. Trailer biasanya berupa nilai checksum yang digunakan untuk memastikan bahwa data tidak dimodifikasi pada saat transit. Pada lapis ini terdapat protokol IP (Internet Protocol) yang berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ICMP, yang menyediakan kemampuan kontrol dan pesan. ARP, yang menentukan MAC address dari dari alamat IP yang diketahui, serta RARP yang menentukan alamat IP jika diketahui alamat MAC.
d. Transport Layer
Lapis transport memiliki dua fungsi – flow control, yang disediakan oleh sliding windows; dan reliability, yang disediakan oleh sequence number dan acknoledgement. Pada lapis transport terdapat dua buah protokol:
- TCP, merupakan protokol yang bersifat connection-oriented dan reliable. TCP akan melakukan retransmisi apabila data yang dikirimkan ke tujuan tidak diterima dan menyediakan sebuah virtual circuit di antara aplikasi-aplikasi end user. Kelebihan dari TCP adalah adanya jaminan penghantaran paket ke tujuan.
- UDP, merupakan protokol yang bersifat connectionless dan unreliable; meskipun bertanggung jawab untuk mengirimkan paket, tidak ada software yang melakukan pengecekan terhadap segmen yang dikirim. Kelebihan dari protokol ini adalah kecepatan, karena UDP tidak menyediakan acknoledgement.
e. Application Layer
Lapis ini merupakan lapis teratas pada TCP/IP. Lapis ini menyediakan fungsi-fungsi bagi aplikasi-aplikasi pengguna. Lapis ini menyediakan layanan-layanan yang dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi user untuk berkomunikasi pada jaringan. Pada lapis ini terdapat beberapa protokol seperti TFTP, FTP, NFS untuk file transfer. SMTP dan POP3 sebagai protokol aplikasi email. Telnet dan FTP sebagai aplikasi remote login. SNMP sebagai protokol manajemen jaringan. Kemudian DNS, sebagai protokol aplikasi sistem penamaan di internet. Serta HTTP, sebagai protokol aplikasi web.
Lapis ini merupakan lapis terbawah pada lapis TCP/IP. Fungsi protokol-protokol pada lapis ini adalah:
- Mendefinisikan bagaimana menggunakan jaringan untuk mengirimkan frame, yang merupakan unit data yang dilewatkan melalui media fisik.
- Protokol pada layer ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer, yang berasal dari peralatan lain yang sejenis.
Pada lapis ini terdapat protokol-protokol seperti Ethernet, Token Ring, PPP, FDDI, ATM, X.25, dan SLIP.
c. Internet Layer
Lapis ini bertanggung jawab atas routing yang ada pada jaringan. Protokol-protokol pada lapis ini menyediakan sebuah datagram network service. Datagram merupakan paket-paket informasi yang terdiri atas header, data, dan trailer. Header berisi informasi, seperti alamat tujuan yang dibutuhkan oleh jaringan untuk merutekan datagram. Sebuah header juga dapat berisi informasi lainnya seperti alamat asal dari pengirim. Trailer biasanya berupa nilai checksum yang digunakan untuk memastikan bahwa data tidak dimodifikasi pada saat transit. Pada lapis ini terdapat protokol IP (Internet Protocol) yang berfungsi untuk menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. ICMP, yang menyediakan kemampuan kontrol dan pesan. ARP, yang menentukan MAC address dari dari alamat IP yang diketahui, serta RARP yang menentukan alamat IP jika diketahui alamat MAC.
d. Transport Layer
Lapis transport memiliki dua fungsi – flow control, yang disediakan oleh sliding windows; dan reliability, yang disediakan oleh sequence number dan acknoledgement. Pada lapis transport terdapat dua buah protokol:
- TCP, merupakan protokol yang bersifat connection-oriented dan reliable. TCP akan melakukan retransmisi apabila data yang dikirimkan ke tujuan tidak diterima dan menyediakan sebuah virtual circuit di antara aplikasi-aplikasi end user. Kelebihan dari TCP adalah adanya jaminan penghantaran paket ke tujuan.
- UDP, merupakan protokol yang bersifat connectionless dan unreliable; meskipun bertanggung jawab untuk mengirimkan paket, tidak ada software yang melakukan pengecekan terhadap segmen yang dikirim. Kelebihan dari protokol ini adalah kecepatan, karena UDP tidak menyediakan acknoledgement.
e. Application Layer
Lapis ini merupakan lapis teratas pada TCP/IP. Lapis ini menyediakan fungsi-fungsi bagi aplikasi-aplikasi pengguna. Lapis ini menyediakan layanan-layanan yang dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi user untuk berkomunikasi pada jaringan. Pada lapis ini terdapat beberapa protokol seperti TFTP, FTP, NFS untuk file transfer. SMTP dan POP3 sebagai protokol aplikasi email. Telnet dan FTP sebagai aplikasi remote login. SNMP sebagai protokol manajemen jaringan. Kemudian DNS, sebagai protokol aplikasi sistem penamaan di internet. Serta HTTP, sebagai protokol aplikasi web.
2.Penjelasan Mengenai Wireless Sensor Network & kaitannya dengan internet of
think
Jaringan Sensor Nirkabel atau dalam banyak literatur
disebut Wireless Sensor Network (WSN) adalah sebuah jaringan yang menghubungkan
perangkat-perangkat seperti sensor node, router dan sink node. Perangkat ini
terhubung secara ad-hoc dan mendukung komunikasi multi-hop. Istilah ad-hoc
merujuk pada kemampuan perangkat untuk berkomunikasi satu sama lain secara
langsung tanpa memerlukan infrastruktur jaringan seperti router atau akses
point. Sedangkan multi-hop yaitu istilah yang merujuk pada komunikasi beberapa
perangkat yang melibatkan perangkat antara (intermediate), multi-hop
melibatkan perangkat antara seperti router untuk meneruskan sebuah paket dari
satu node ke node lain dalam jaringan. Secara sederhana pengertian WSN dalam
tulisan ini disajikan pada arsitektur berikut:

Gambar 1. Sebuah contoh arsitektur dasar WSN
Gambar 1. Sebuah contoh arsitektur dasar WSN
Pada Gambar 1. WSN terdiri dari tiga Sensor Node dan
sebuah Sink yang terhubung dan berkomunikasi melalui gelombang radio. Sensor
Node 2 dan Sensor Node 3 dapat berkomunikasi secara langsung (ad-hoc).
Sementara jika ingin berkomunikasi dengan Sink, keduanya dapat mengirim paket
datanya melalui Sensor Node 1, Sensor Node 1 yang akan meneruskan paket
tersebut ke Sink Node. Pada Gambar 1. ini Sensor Node 1 sekaligus bertindak
sebagai perantara (router) untuk menyediakan komunikasi multi-hop. Sebuah
aplikasi WSN seringkali melibatkan banyak node (ratusan hingga ribuan).
Internet of Things atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari
konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan
seperti berbagi data, remote cotrol, dan sebagainya, termasuk juga pada benda
di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa
saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan
global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.
Jadi wireless sensor network berkaitan dengan internet of things karena internet of things
bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet dengan
menggunakan jaringan internet yaitu Wireless Sensor Network (WSN)
3.
Penjelasan Mengenai Cloud Computing Beserta 3 Jenis Layanannya
Cloud computing pada
dasarnya adalah menggunakan Internet-based
service untuk mensupport business process, Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk
kepada simbol awan yang di dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan
internet (internet cloud). Cloud
computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi‘) dan pengembangan
berbasis Internet (‘awan’). Cloud /awan merupakan metafora dari internet,
sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan computer, awan
(cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur
kompleks yang disembunyikannya adalah suatu moda komputasi dimana kapabilitas
terkait teknologi informasi disajikan
sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya. Menurut jurnal yang dipublikasikan IEEE, Internet Computing/Cloud
Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di
server di internet dan tersimpan secara
sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop,
komputer tablet, notebook, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
“Cloud Computing” secara
sederhana adalah “layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau
diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet”. Komputasi awan
adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0,
dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa
ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna.
Sebagai contoh, Google Apps menyediakan
aplikasi bisnis umum secara sharing yang diakses melalui suatu penjelajah web
dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.
3 jenis layanan Cloud Computing
1.Software as a Service (SaaS).
SaaS ini merupakan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi.
SaaS ini merupakan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi.
Dengan cara berlangganan via web,
pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh
penyedia layanan. Hanya saja dengan konsep SaaS ini, pelanggan tidak memiliki
kendali penuh atas aplikasi yang mereka sewa. Hanya fitur-fitur aplikasi yang
telah disediakan oleh penyedia saja yang dapat disewa oleh pelanggan.
Dan karena arsitektur aplikasi SaaS
yang bersifat multi tenant, memaksa penyedia untuk hanya menyediakan fitur yang
bersifat umum, tidak spesifik terhadap kebutuhan pengguna tertentu. Meskipun
demikian, kustomisasi tidak serta-merta diharamkan, meskipun hanya untuk skala
dan fungsi yang terbatas.
Tapi dengan berkembangnya pasar dan
kemajuan teknologi pemrograman, keterbatasan-keterbatasan itu pasti akan
berkurang dalam waktu tidak terlalu lama. Untuk contoh layanan SaaS, tentu saja
kita harus menyebut layanan CRM online Salesforce.com–yang dikomandai Marc
Benioff dan telah menjadi ikon SaaS ini.
Selain itu Zoho.com, dengan harga
yang sangat terjangkau, menyediakan layanan SaaS yang cukup beragam, dari mulai
layanan word processor seperti Google Docs, project management, hingga
invoicing online. Layanan akunting online pun tersedia, seperti yang diberikan
oleh Xero.com dan masih banyak
lagi. IBM dengan Lotuslive.com nya dapat dijadikan contoh untuk layanan SaaS di
area kolaborasi/unified communication.
Sayangnya untuk pasar dalam negeri
sendiri, seperti sudah saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, masih sangat
sedikit yang mau berinvestasi untuk menyediakan layanan SaaS ini.
2. Platform as a Service (PaaS)
Seperti namanya, PaaS adalah layanan
yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk
mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas
platform tersebut. Seperti juga layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki
kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan,
processing power dan lain-lain, yang semuanya diatur oleh provider layanan
ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai
tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan
bahasa pemrograman Phyton dan Django.
Kemudian Salesforce juga menyediakan
layanan PaaS melalui Force.com, menyediakan modul-modul untuk mengembangkan
aplikasi diatas platform Salesforce yang menggunakan bahasa Apex.
Dan mungkin yang jarang sekali kita ketahui, bahwa Facebook juga bisa dianggap menyediakan layanan PaaS, yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi diatasnya. Salah satu yang berhasil menangguk untung besar dari layanan PaaS Facebook adalah perusahaan bernama Zynga, yang tahun lalu saja berhasil meraup keuntungan bersih lebih dari US$ 100 juta, lebih besar dari keuntungan yang didapat oleh Facebook sendiri. Anda mungkin akan sedikit terkejut kalau saya beritahu bahwa Zynga ini bisa untung besar dari aplikasi yang sama sekali tidak serius, tapi mengandung zat adiktif luar biasa yaitu: Farmville, yang hingga kini telah berhasil menjadikan 80 juta lebih penduduk Facebook menjadi petani yang rajin mencangkul, menanam dan panen serta memerah susu sapi demi keuntungan mereka.
Dan mungkin yang jarang sekali kita ketahui, bahwa Facebook juga bisa dianggap menyediakan layanan PaaS, yang memungkinkan kita untuk membuat aplikasi diatasnya. Salah satu yang berhasil menangguk untung besar dari layanan PaaS Facebook adalah perusahaan bernama Zynga, yang tahun lalu saja berhasil meraup keuntungan bersih lebih dari US$ 100 juta, lebih besar dari keuntungan yang didapat oleh Facebook sendiri. Anda mungkin akan sedikit terkejut kalau saya beritahu bahwa Zynga ini bisa untung besar dari aplikasi yang sama sekali tidak serius, tapi mengandung zat adiktif luar biasa yaitu: Farmville, yang hingga kini telah berhasil menjadikan 80 juta lebih penduduk Facebook menjadi petani yang rajin mencangkul, menanam dan panen serta memerah susu sapi demi keuntungan mereka.
3. Infrastructure as a Service (IaaS).
IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan yang “menyewakan” sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya.
Model bisnisnya mirip dengan
penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih
ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana
caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan
mereka atas sumberdaya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi.
Perbedaan mendasar dengan layanan
data center saat ini adalah IaaS memungkinkan pelanggan melakukan
penambahan/pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis. Salah satu
pionir dalam penyediaan IaaS ini adalah Amazon.com
yang meluncurkan Amazon EC2 (Elastic Computing Cloud).
Layanan Amazon EC2 ini menyediakan
berbagai pilihan persewaan mulai CPU, media penyimpanan, dilengkapi dengan
sistem operasi dan juga platform pengembangan aplikasi yang bisa disewa dengan
perhitungan jam-jaman. Untuk di dalam negeri sendiri, rencananya ada beberapa
provider yang akan menyediakan layanan sejenis mulai pertengahan tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar