Nama : I Gede Wisnu Sanjaya
Nim : 1401020013
Nama Dosen : I Putu Agus Eka
Pratama,S.T,M.T
Mata kuliah : Jaringan Komputer
Perguruan tinggi: Stmik primakara
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun
80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh
kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer mulai digunakan di
universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium
ini terutama world wide internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan
manusia di muka bumi ini.
Selain itu,
perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar berubah, di awal
perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari kabel koaxial, kini
banyak telah diantaranya dibangun dari serat optik (fiber optics) atau
komunikasi tanpa kabel.
Sebelum lebih
banyak lagi dijelaskan mengenai jaringan komputer secara teknis, pada bab
pendahuluan ini akan diuraikan terlebih dahulu definisi jaringan
komputer, manfaat jaringan komputer, dan macam jaringan komputer.
Definisi
Jaringan Komputer
Dengan
berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal
yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti
dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling
berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan
komputer (computer network).
Aplication
layer
Aplication
layer adalah bagian dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses,
aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian
untuk diproses. Aplication layer bukanlah
tempat bagi word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya
akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer berinteraksi dengan
word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya, contoh
aplikasi populer yang bekerja pada layer ini misalnya FTP dan HTTP.
Cloud Computing
Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi
komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan
(cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering
digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram
jaringan komputer tersebut, awan
(cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari
infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi
di mana kapabilitas terkait teknologi informasi
disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli
dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang
membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud
Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di
server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna
(client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook,
komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Wireless
Sensor Network (WSN)
OTT (Over The Top)
OTT (Over
The Top) definisinya adalah penyampaian content atau layanan melalui
infrastruktur jaringan. Dalam konteks yang aplikatif, OTT Application adalah
aplikasi/ layanan yang dilewatkan melalui infrastruktur/jaringan
telekomunikasi. OTT application ini sangat sensitif dengan bandwidth. OTT
application tentu sudah sangat familiar dengan kita. Sehari-hari kita pasti
menggunakan facebook, twitter, google, skype, Video On Demand, youtube. Ini adalah
salah satu contoh OTT Application. Dan tentu kita menggunakannya kebanyakan
dari small screen/gadgets.
Adapun pengertian lainnya yaitu layanan disampaikan melalui jaringan operator, tetapi tidak secara
langsung melibatkan operator. Beberapa contoh layanan OTT yang
banyak kita tahu adalah Google, Yahoo, MySpace, Facebook, YouTube dan iTunes.
Peer-to-Peer
Jaringan peer-to-peer
(P2P) merupakan salah satu model jaringan komputer yang terdiri dari dua atau
beberapa komputer, dimana setiap station
atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling
berbagi. Bahkan untuk membuat jaringan peer-to-peer
dengan dua komputer, kita tidak perlu menggunakan hub atau switch, namun cukup
menggunakan 1 kabel UTP yang dipasangkan pada kartu jaringan masing-masing
komputer.
Dalam sistem jaringan ini, yang diutamakan adalah sharing resource dan service, seperti penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Misalnya pemakai komputer bernama Rajo dapat memakai program yang dipasang di komputer Kaciak, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Dalam sistem jaringan ini, yang diutamakan adalah sharing resource dan service, seperti penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Misalnya pemakai komputer bernama Rajo dapat memakai program yang dipasang di komputer Kaciak, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Gambar Arsitektur Peer-to-Peer
Jaringan peer-to-peer pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi “berbagi-berkas” (file sharing) seperti Napster dan KaZaA. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas.
Jaringan peer-to-peer juga sering disebut dengan workgroup. karena arti workgroup mempunyai konotasi yaitu kolaborasi tanpa adanya pusat kontrol (server). Peer-to-peer dapat dibangun hanya dengan sistem operasi yang terinstall di dalam komputer dan tersambungnya beberapa komputer secara fisik.
Dalam jaringan ini tidak ada komputer yang berfungsi khusus, semua komputer dapat berfungsi sebagai klien dan server secara bersamaan. Pengguna masing-masing komputer bertanggung jawab terhadap administrasi resource komputer, seperti membuat nama user, menentukan yang akan di-share, menandai ijin akses bagian share tersebut, dan yang lainnya. Tiap-tiap user juga bertanggung jawab melakukan backup data pada komputer masing-masing.
Sistem jaringan ini dapat digunakan di rumah atau di kantor. Pemakai komputer yang memiliki sebuah komputer lama dan sebuah komputer baru, tidak perlu membuang komputer lamanya. Dengan memasang kartu jaringan (netword card) pada komputer tersebut, maka kedua komputer dapat dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan.
Sejarah Peer-to-Peer
(P2P)
Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade
1980-an, ketika jaringan komputer mulai menjadi salah satu barang wajib dalam
perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar.
Jaringan peer-to-peer mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik utama jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.
Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-kira pada akhir dekade 1990-an, di saat pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia, pada saat itu dituntut oleh para pekerja industri musik.
Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski aplikasi peer-to-peer ini banyak digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh perusahaan juga.
Jaringan peer-to-peer mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik utama jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.
Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-kira pada akhir dekade 1990-an, di saat pengguna Internet mengunduh banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh dunia, pada saat itu dituntut oleh para pekerja industri musik.
Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini: eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski aplikasi peer-to-peer ini banyak digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh perusahaan juga.
Kelebihan dan Kekurangan Peer-to-Peer
Adapun kelebihan jaringan peer-to-peer adalah:
- Implementasinya murah dan mudah.
- Tidak memerlukan software administrasi jaringan khusus.
- Tidak membutuhkan administrator jaringan
Namun, kekurangan dari jaringan peer-to-peer adalah:
- Tidak cocok digunakan untuk jaringan dalam skala besar, karena administrasi menjadi tidak terkontrol.
- Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administratif agar dapat mengamankan komputernya masing-masing.
- Tingkat keamanannya rendah.
- Semakin banyak yang dishare, akan mempengaruhi kinerja komputer.
Network Layer merupakan layer yang bertanggung jawab
menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama
perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini
berbentuk paket.
Fungsi dan Tugas Network Layer :
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal.
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal.
Network components :
- Brouter
- Router
- Frame
Relay Device
- ATM switch
- Advanced
Cable Tester
Data link layer
Data link layer adalah lapisan protokol yang mentransfer
data antara node jaringan yang berdekatan dalam wide area network atau
antara node pada segmen local area network yang
sama. Data link layer menyediakan sarana fungsional dan prosedural untuk
mentransfer data antara entitas jaringan dan dapat menyediakan cara untuk
mendeteksi dan mungkin memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi di lapisan
fisik. Contoh protokol data link adalah Ethernet untuk local area network (multi-node), Point-to-Point
Protocol (PPP), HDLC dan ADCCP untuk point-to-point (dual-node).
Data Link adalah medium transmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai
Data Link adalah medium transmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai
Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi
network layer, yaitu pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke
network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentrasmisikan
bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke
network layer.
Penyediaan interface layanan yang baik bagi network layer
- Penentuan pengelompokkan bit dari phisichal layer ke dalam
frame
- Mengurusi masalah error transmisi
- Pengaturan aliran frame pada penerima yang lambat dan pengirim
yang cepat
Beberapa protokol yang menggunakan layer
1. Logical link Control : koreksi error dan flow control,
mengelola link control dan menetapkan SAP-SAP
2. 802.1 OSI Model
3. 802.2 Logical Link Control
4. Media Access Control : berkomunikasi dengan card adapter,
mengtrol tipe media yang digunakan
5. 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
6. 802.4 Token Bus (ARCnet)
7. 802.5 Token Ring
8. 802.12 Deman Priority
9. IEEE 802
10. IEEE 802.2
11. ISO 2110
12. ISDN
Data link layer berkaitan dengan pengiriman local frame antara perangkat di LAN yang sama. Data-link
frame, karena ini disebut protocol data units,
maka tidak boleh melewati batas-batas jaringan lokal. Inter-network routing dan global
addressing merupakan fungsi dari layer yang lebih
tinggi, membiarkan data-link protokol untuk fokus pada pengiriman lokal, addressing, dan media arbitration.
Dengan cara ini, data link layer serupa dengan neighborhood traffic cop,
merupakan upaya untuk menjadi penengah antara pihak-pihak yang bersaing untuk
mengakses ke media.
Physical layer
Physical
layer merupakan layer terendah dalam jaringan komputer pada OSI Model. Physical
layer terdiri dari teknologi-teknologi transmisi data yang ada pada hardware.
Layer ini merupakan fundamental dalam struktur data logikal pada sebuah
jaringan. Karena ada banyak sekali teknologi hardware dengan karakteristik yang
berbeda di pasaran, layer ini juga merupakan layer yang paling kompleks dalam
OSI Model.Secara nyata, physical layer adalah layer yang mentransmisikan bit data secara nyata pada cabang jaringan yang saling terkoneksikan lewat physical link. Aliran bit data dapat dikelompokkan menjadi kode dalam format words atau simbol, dan kemudian dikonversi menjadi physical signal yang ditransmisikan melalui media hardware. Physical layer menyediakan interface elektrik, mekanik, maupun prosedural untuk media transmisi. Sifat dan bentuk dari konektor elektrik, frekuensi yang dipancarkan, dan skema modulasi dispesifikasikan di layer ini.
Dalam arsitektur jaringan OSI, physical layer menerjemahkan permintaan komunikasi dari data link layer pada operasi hardware untuk mentransmisikan dan menerima sinyal elektronik.
Dalam mendukung kerja
dari Phisical Layer ini, memerlukan beberapa kompenen atau media dalam
pengoperasiannya. Berikit ini beberapa media dan komponen pendukung:
1.
Transmision
Media (Media Transmisi)
2.
Topologies
(Topology)
3.
Transmision
Media Connectors
4.
Pin out
Assignments
5.
Signal Speed, Voltage and Encoding
Transport Layer
Transport layer menentukan bagaimana host pengirim dan host
penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua tersebut
berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment
dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari
dua protokol; yang pertama adalah TCP
(Transport Control Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram
Protokol). TCP bertugas; membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan
menjamin terkirimnya data sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi
lebih cepat.
Quality
of Service (QoS)
Quality of Service
(QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan
merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu
layanan. Pada jaringan berbasis IP, IP QoS mengacu pada performansi dari paket
-paket IP yang lewat melalui satu atau lebih jaringan. QoS didesain untuk
membantu end user menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa end user
mendapatkan performansi yang handal dari aplikasiaplikasi berbasis jaringan.
QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik
pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda.
Parameter-parameter performansi dari jaringan IP adalah:
1. Delay, didefinisikan sebagai total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay di dalam jaringan dapat digolongkan sebagai berikut delay processing, delay packetization, delay serialization, delay jitter buffer dan delay network
1. Delay, didefinisikan sebagai total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay di dalam jaringan dapat digolongkan sebagai berikut delay processing, delay packetization, delay serialization, delay jitter buffer dan delay network
2. Jitter, didefinisikan sebagai variasi dari delay atau variasi waktu kedatangan paket. Banyak hal yang dapat menyebabkan jitter, diantaranya adalah peningkatan trafik secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwith dan menimbulkan antrian. Selain itu, kecepatan terima dan kirim paket dari setiap node juga dapat menyebabkan jitter.
3. Packet loss, adalah perbandingan seluruh paket IP yang hilang dengan seluruh paket IP yang dikirimkan antara pada source dan destination. Salah satu penyebab paket loss adalah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node. Beberapa penyebab terjadinya paket loss yaitu:
- Congestion, disebabkan terjadinya antrian yang berlebihan dalam jaringan
- Node yang bekerja melebihi kapasitas buffer
- Memory yang terbatas pada node
- Policing atau kontrol terhadap jaringan untuk memastikan bahwa jumlah trafik yang mengalir sesuai dengan besarnya bandwidth. Jika besarnya trafik yang mengalir didalam jaringan melebihi dari kapasitas bandwidth yang ada maka policing control akan membuang kelebihan trafik yang ada.
Network Security
Network Security dalam
jaringan
komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan
mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan
jaringan dikontrol oleh administrator jaringan.
Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini.
a. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data)
hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat
diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia
untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Authentication Mensyaratkan bahwa pengirim suatu
informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas
yang didapat tidak palsu.
e. Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun
penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan
dalam empat kategori utama :
a. Interruption Suatu aset dari suatu sistem diserang
sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang.
Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran
jaringan.
b. Interception Suatu pihak yang tidak berwenang
mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang,
program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam
suatu jaringan.
c. Modification Suatu pihak yang tidak berwenang dapat
melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada
file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan
modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. Fabrication Suatu pihak yang tidak berwenang
menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan
palsu kepada orang lain.
Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani
masalah sembunyi dan mereka§ diam dan semua akan baik-baik saja §keamanan : teknologi yang digunakan§tidak akan dapat menemukan anda kompleks/rumit, artinya aman.
Dan apa itu administrator jaringan? tugasnya apa saja?
Administrator Jaringan Komputer adalah sebuah jenis pekerjaan
yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada perusahaan/instansi yang telah
mengimplementasikan teknologi komputer dan internet untuk menunjang pekerjaan.
Penggunaaan sistem jaringan komputer dalam sekala kecil
maupun luas akan membutuhkan pengaturan-pengaturan mulai dari tingkat fisik
maupun non fisik. Pengaturan-pengaturan tersebut melibatkan proses
pengontrolan. Ada beberapa definisi mengenai administrasi jaringan ini antara
lain :
- controlling corporate strategic (assets)
- controlling complekxity
- improving service
- balancing various needs
- reducing downtime
- controlling costs
Pada intinya administrator network bertugas mengelola
serta menjaga seluruh sumber daya pada sistem jaringan agar kinerja jaringan
lebih efektif dan efisien dilihat dari fungsi, struktur dan keamanan jaringan
itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar